Belajar Saham Untuk Pemula

Yuk Nabung Saham.jpg

Gue mau share nih sedikit ilmu yang gue dapetin pada saat belajar pasar modal kemarin. Emang sedikit ilmunya soalnya belajarnya cuma sekitar 4 jam yang terbagi dalam 2 sesi. Tapi lumayan lah gue jadi tau seperti apa produk saham itu.

Pasar modal eh maksud gue lebih spesifik pasar saham itu sama seperti konsep  pasar pada umumnya. Tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam satu tempat. Bedanya disini, perusahaan sebagai pihak yang membutuhkan modal atau disebut perusahaan emiten atau perusahaan publik yang sudah melakukan go publik di Bursa Efek Indonesia sudah melakukan penawaran saham di Bursa Efek Indonesia. Kemudian transaksi yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada dasarnya adalah penjualan yang dilakukan antar investor di Bursa Efek Indonesia. Tarik menarik harga ini dilakukan antar investor yang menjadikan harga saham naik turun, sesuai dengan kondisi pasar antara permintaan dan penjualan. Investor ini pada dasarnya adalah pembeli.  Jadi penjual saham di Bursa Efek Indonesia sebenernya pembeli saham juga di Bursa Efek Indonesia.

Pusing?

Hahaha….

Perusahaan yang sudah go publik di BEI berhak menyandang gelar Tbk. Alias perusahaan Terbuka. Karena harus terbuka setiap ada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan terbuka dengan laporan keuangannya.

IDX Logo

Di Indonesia saat ini hanya ada satu pasar modal yaitu di Bursa Efek Indonesia alias BEI alias IDX alias Indonesia Stock Exchange. Dulu sebelum berganti nama menjadi IDX, terdapat BEJ Bursa Efek Jakarta dan BES Bursa Efek Surabaya. Kemudian pada tahun 2007 keduanya bergabung menjadi satu, menjadi BEI Bursa Efek Indonesia.

Dividen.png

Tujuan investasi tentu saja mendapatkan keuntungan. Terdapat keuntungan yang akan kita dapat jika kita melakukan investasi di pasar modal atau lebih tepatnya pasar modal. Karena produk pasar modal bukan hanya saham, tetapi juga obligasi, reksadana, dan sebagainya.

1. Passive income berupa Dividen. Bagi hasil keuntungan yang kita dapat jika kita perusahaan mendapatkan keuntungan dalam 1 tahun. Bisa saja dividen yang kita dapatkan itu dalam periodik tertentu.

2.  Active income berupa capital gain jika kita aktif melakukan transaksi jual beli di pasar saham. Ya, jika kita pintar dan jeli serta mengerti dan paham mengenai transaksi jual-beli saham yang bisa menguntungkan bagi kita, maka kita bisa mendapatkan keuntungan dari selisih transaksi yang kita dapatkan tersebut.

Risk Risiko.jpg

Tak ada gading yang tak retak. Begitu juga dengan saham, tidak ada investasi yang hanya menawarkan keuntungan saja tetapi juga ada risiko yang harus kita hadapi.

1. No dividen, alias tidak ada bagi hasil keuntungan jika perusahaan merugi seperti yang dialami  oleh GIAA alias Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terus merugi.  Tidak ada keuntungan perusahaan, artinya tidak  akan ada dividen yanag dibagi untuk para pemegang sahamnya.

2. Capital loss. Jika kita mengenal capital gain yaitu keuntungan dari selisih saham yang kita jual. Maka tidak selamanya kita mengalami  keuntungan atau capital loss. Bisa saja kita salah membeli saham atau nilai saham terus turun menukik tajam, sehingga kita harus menjualnya dan harganya lebih murah daripada saat kita membelinya. Maka yang kita dapatkan adalah kerugian atau capital loss.

Sebelum membeli saham, sebaiknya kita juga harus tentukan dulu tujuan kita untuk membeli saham. Terdapat 2 jenis, yaitu:

1. Jangka Panjang, lebih dari 1 tahun. Jika tujuan kita jangka panjang, dan bukan tipe pembeli yang mencari untung lewat capital gain, maka kita bisa melakukan analisa fundamental untuk memilih perusahaan yang akan kita pilih pada saat membeli saham. Kita bisa memilih perusahaan berdasarkan peringkat yang sudah dibuat oleh IDX, yaitu LQ45 alias Liquid45. Secara periodik, IDX selalu menampilkan peringkat sebanyak 45  perusahaan paling likuid, dimana saham mereka memiliki kapitalisasi paling besar didalam IDX. LQ45 bisa diakses disini. Atau bisa juga googling langsung di  LQ45 terbaru. Untuk  analisa fundamental kita bisa melakukan analisa sendiri melalui laporan keuangan periodik dari perusahaan tersebut. Karena memang pada dasarnya untuk menjadi anggota IDX dan mendapatkan titel  Tbk, perlu adanya laporan keuangan periodik dari perusahaan tersebut. Jadi kita bisa melakukan analisa sendiri, seperti menghitung rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio pasar dan rasio pasar. Dari analisa kita, bisa kita putuskan kondisi keuangan perusahaan kedepan seperti apa. Untuk detail analisa rassio, gue jelasin dipostingan lain ya.

2. Jangka Pendek, kurang dari 1 tahun. Jika tujuan kita adalah jangka pendek untuk mendapatkan capital gain, ,mendapatkan keuntungan dari harga saham yang kita jual beli maka kita harus belajar mengenai analisa teknikal. Analisa lebih susah. Jika berniat menjadi pemegang saham yang bertujuan mendapatkan capital  gain, alangkah baiknya menjadi pembeli saham jangka panjang lebih dulu dan diperkuat didalam analisa fundamentalnya. Setelah mahir dalam analisa fundamentalnya, bisa diperkuat dengan analisa teknikalnya. Kebetulan Bapak Fendy menceritakan, terdapat banyak anlisa teknikal didalam membaca saham. Terdapat 90 analisa teknikal. Kita bisa belajar analisa teknikal dengan mendownload aplikasi Chart Nexus. Aplikasinya bisa didownload disini.

Chart Nexus Logo.png

Gue gak bisa jelasin cara baca aplikasi itu, soalnya gue sendiri dijelasin hanya sepintas saja. Intinya didalam pembelian saham jangka pendek kita harus paham timing pembeliannya. Terdapat istilah ressistance dan support. Ressistance itu adalah batas atas maksimal harga suatu saham. Sedangkan support adalah batas bawah harga suatu saham. Jadi kalau kita ingin menjual saham kita pilih pada saat saham berada diposisi ressistance, batas atasnya. Sedangkan jika kita ingin membelinya pada saat posisi saham dititik support atau batas bawah.

Posisi saham yang fluktuatif menjadikan tidak sesimple batas bawah dan batas atas, karena bisa saja posisi support (batas bawah) berubah menjadi resistance (batas atas) nya sewaktu-waktu akibat banyaknya pihak yang menjual saham, sehingga harga saham menjadi turun, dan bisa saja kita mengalami kerugian akibat harga jualnya lebih murah daripada saat kita membelinya. Berkebalikannya, bisa saja ressistance (batas atas) bisa menjadi support  (batas bawah). Artinya terjadi kenaikan harga saham akibat banyaknya permintaan saham tersebut, dan sedikitnya pihak yang menjual saham menjadikan harga saham naik. Dan diposisi inilah kita  bisa mendapatkan keuntungan jika harga saham saat itu lebih tinggi daripada harga saham pada saat kita membelinya.

So, poin utama dari pembelian saham jangka pendek adalah timing dan harus rajin memelototin harga saham. Karena dengan timing yang pas kita bisa mendapatkan untung dari jual-beli saham tersebut.

Jadi, siap membeli saham??

Advertisements